Tampilkan postingan dengan label NewsBoom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NewsBoom. Tampilkan semua postingan

AKSI GILA POLISI

Minggu, 10 April 2011



Newsrel- Jika selama ini polisi dianggap sebagai aparat pemerintahan yang tegas, garang, dan serius. Namun, lain dengan seorang Briptu Gorontalo. Briptu itu bernama Briptu Norman Kamaru. Nama aslinya adalah Uti Norman Kamaru. Ia bekerja di satuan Brimob Gorontalo. Karena video lipsinc nya yang meniru aktor bolliwood, Syahrukh Khan diunggah lewat Youtube. Dalam video itu, Briptu Norman menyanyi lagu “chaiya-chaiya” yang pertama dipopulerkan oleh Syahrukh Khan. Bukan sembarang main, tak lama setelah video itu diunggah. Masyarakat pun dibuat ingin tahu oleh aksi Briptu Norman yang ternyata masih lajang. Berbagai pro dan kontra menyelimuti pandangan kepada Briptu itu yang semakin hari semakin populer. Gara- gara aksinya itu, Briptu Norman mendapat sanksi oleh satuannya, dan diancam didepak oleh satuan polisi. Untung saja, pihak Polri dan Masyarakat membatalkan niatnya itu. Malahan, aksi gila Briptu Norman itu telah mendapat apresiasi dari masyarakat sekaligus mampu memperbaiki citra Polisi di kalangan Masyarakat. Sehingga, ia mendapat hukuman hanya dengan menghibur teman-temannya yang sedang kelelahan karena tugas. Kini ia menjadi artis dadakan youtube dan banyak panggilan yang diterimanya untuk manggung di beberapa stasiun tv swasta. Briptu Norman muncul pertama kali, di acara Bukan Empat Mata dalam segmen “SKAK MAT” yang waktu itu hadir sebagai bintang tamu bersama Kru Film “Sajadah Ka’bah”.

“Sebenarnya, pada waktu itu kami sedang melakukan tugas piket. Dan saya melihat temanku yang lagi murung karena ada masalah dengan istri. Saya pun berinisiatif untuk menghiburnya. Namun ia tidak menggubris. Malah, saya iseng-iseng merekamnya. Temanku juga sempat tertawa melihat tindakanku yang narsis”kata, Norman. Begitulah pendapat Norman yang diwawancarai oleh wartawan tv.

Dari kecil, Briptu Norman berkeinginan menjadi penyanyi. Tak heran, jika semasa sekolah dasar hingga menjadi seorang Brimob. Ia tetap menekuni bakat kecilnya. Semasa SMA, Briptu Norman juga dikenal sebagai Koreografer tari brigdance. Ia tampil di berbagai event-event besar di sekolah. Tak hanya itu saja, pada saat pendaftaran ke satuan polisi. Ia juga menghibur teman- temannya yang sedang kelelahan. Ia pun hingga saat ini, masih menyukai menyanyi khususnya lagu-lagu India.

Briptu Norman memiliki apresiasi seni yang tinggi, sehingga dalam lipsinc nya lidah dan mulutnya seakan-akan tepat dengan lagu aslinya. Padahal, tidak semua orang mahir dan bisa tepat secara pengucapan dengan lipsinc. Jejak dari seorang Briptu Norman memang sama dengan artis dadakan youtube lainnya seperti Sinta Jojo,Udin Salahudin dan Bona Paputungan. Hanya sekedar iseng dan aji mumpung dalam berkarya. Namun, yang membedakan dari Briptu Norman dan artis youtube lainnya ialah pengunggah video itu dan kedudukannya di Pemerintahan.

Sampai saat ini Briptu Norman belum mengetahui siapa yang mengunggah video itu bahkan ia tidak kenal sedikitpun. Terus, apa misi pengunggah video itu ??
Video yang berjudul “Polisi Gorontalo Menggila”, adalah sebuah video yang memperlihatkan aksi polisi yang sedang berlipsinc ala India. Video ini diunggah oleh salah satu Mahasiswa di salah satu Universitas Gorontalo yang bernama Reinal Revaldi. Ia mendapat video itu dari salah seorang temannya. Hanya sekedar coba-coba dan tidak menginginkan menghancurkan citra Polisi di kalangan Masyarakat begitupun kedudukan Briptu Norman. Ia lalu mengunggah video ke akun facebooknya untuk pertama kalinya.

Karena banyak yang komen akan video itu, ia pun akhirnya berkeputusan untuk mengunggah video itu ke akunnya di Youtube. Meskipun, ia sangat takut dan cemas akan tindakannya itu. Dalam pikirannya waktu itu, hanyalah sanksi yang dijatuhkan kepada Briptu Norman dan dirinya yang telah mencoreng citra nama polisi. Untung saja, isu-isu tidak terjadi pada dirinya dan Briptu Norman.

Video itu telah dilihat sekitar 1,472,440 oleh masyarakat di dunia maya. Sungguh, pencapaian yang luar biasa. Ia sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, karena berkat tindakannya itu ia bisa menjadikan seseorang berhasil meraih keinginan kecilnya.Tentunya Ia juga bersyukur, karena ia tidak jadi tersangka.

Sementara itu, Briptu Norman kini sedang menikmati buah ketenarannya. Ia pun dikabarkan telah membuat album single nya yang berjudul cinta karya Farhat Abbas. Dalam albumnya itu, Briptu Norman juga dipasangkan dengan wanita. Siapa wanita itu ??

Bencana Termahal Sepanjang Zaman

Rabu, 16 Maret 2011






Masih terbayang di benak kita, betapa dahsyatnya bencana yang melanda negeri sakura beberapa pekan lalu yang terjadi di wilayah timur laut Jepang, tepatnya di Fukushima. Gempa yang berkekuatan 8.9 skala richter itu, disusul dengan terjangan tsunami telah menghancurkan beberapa bangunan bertingkat serta beberapa pusat kota.

Peristiwa tersebut sangat dirugikan oleh semua pihak, baik secara materil maupun non materil. Apalagi, Jepang saat ini sedang dalam keadaan yang meningkat perihal perekonomian. Tentunya, karena bencana tersebut beberapa perusahaan diancam gulung tikar. Di daerah Miyagi sendiri, lebih dari 39 perusahaan yang akan melakukan investasi besar-besaran. Namun, hal itu terkendala karena peristiwa tersebut.

Selain itu, badan nuklir Jepang kini sangat dirugikan dengan proyek nuklir mereka. Sebab ketika terjadinya tsunami lalu, reaktor 1 meledak. Untung saja, ledakan itu tidak separah Chernobyl di Ukraina.Untuk mencegah peristiwa seperti Chernobyl, para profesor nuklir di Jepang bekerja sama dengan para profesor nuklir di Amerika mengenai reaktor itu. Menurut salah seorang profesor di Jepang, reaktor tersebut rencananya akan disuntikkan dengan menggunakan air laut.

Ternyata, Proyek mereka tidak membuahkan hasil. Sehingga pada hari selasa yang lalu, salah satu reaktor meledak lagi. Kini, reaktor di Daiichi sudah meledak semua. Dipastikan, kawasan nuklir Daiichi sampai 20 km terkena radiasi. pemerintah Jepang pun langsung mengeluarkan ultimatum bahwa kawasan yang berada 20 km dari Daiichi terkena radiasi dan kawasan yang berada 30 km dari Daiichi dihimbau untuk tidak keluar rumah.

Melihat pernyataan diatas, maka kerugian akibat gempa dan tsunami di Jepang diyakini mencapai 100 milyar U$D atau lebih dari 880 Trilyun rupiah. Hal itu, juga masih dibawah batas prediksi. Karena, kerusakan beberapa fasilitas umum dan gedung- gedung masih belum terhitung secara merata. Pemerintah Jepang menyimpulkan bahwa,kerugian atas rumah yang rusak mencapai 20 milyar U$D dan kerugian atas fasilitas umum yang rusak mencapai 40 milyar U$D.

Jepang memang sering dilanda gempa yang begitu dahsyat. Hal ini karena, wilayah Jepang dilalui sirkum pegunungan muda pasifik. Sebelum peristiwa ini, tepatnya pada tahun 1995 di Kobe, Jepang terjadi gempa. Kerugian pun ditaksir mencapai 80 milyar U$D. Namun, jumlah kerugian tersebut masih kalah dengan peristiwa gempa dan tsunami pekan lalu. Sebagai perbandingan, bencana Badai siklon yang terjadi di Australia beberapa bulan lalu ditaksir hanya mencapai 20 U$D dan gempa yang terjadi di Chile ditaksir mencapai 40 U$D.

Semua bencana itu pasti membawa kepedihan, tangis dan kerugian. Namun,gempa dan tsunami di Jepang pekan lalu memang begitu dahsyat dan termahal sepanjang zaman.

Nurdin Halid Dengan Status Dan Analisis

Senin, 07 Maret 2011



Judul :Dosa- Dosa Nurdin Halid
Penulis: Erwiyantoro
Penerbit: Galangpress, Yogyakarta
Cetakan : I, 2011
Tebal: 274 halaman

Abang tukang bakso, mari-mari sini, aku mau beli
Bihun partai ulang, kuah panas degradasi
Nikmatnya bakwan promosi, maknyusnya bakso gol
Mi keriting keputusan, semua ada...

Penggalan lagu anak-anak yang diubah syairnya itu diletakkan menyatu dengan foto Nurdin Halid. Jadilah ilustrasi seperti yang biasa muncul dalam demo-demo jalanan di negeri ini.

Kritik seperti itu terpampang dalam buku “Dosa- Dosa” Nurdin Halid, yang ditulis oleh Erwiyantoro. Karenanya, buku tersebut menjadi semacam demo dalam bentuk lain. Kebetulan,perederannya berbarengan dengan aksi massa. Tak hanya soal pro dan kontra Nurdin,tapi juga demo pada toko buku oleh penerbit, karena sebagian toko menolak menjual buku tersebut.

Diakui memang, “Dosa- Dosa” Nurdin Halid memang mahakarya yang kontroversi. Tetapi, banyak hal yang dibahas dengan sudut pandang yang menarik. Sekaligus bisa memberi gambaran mengapa, terjadi demo menolak pencalonan kembali Nurdin Halid menjadi Ketua Umum PSSI. Di luar Jakarta, kelompok pro status quo telah beraksi di Makassar dan Bandung. Sedangkan di Jakarta, Mereka dikabarkan unjuk rasa di bundaran Hotel Indonesia, Kantor Menpora dan Kompleks Stadion Gelora Bung Karno.
Di tengah merebaknya semangatnya menentang Nurdin Halid di berbagai tempat di Tanah Air, ternyata kekuatan Nurdin tidak siaga.

Keberanian para sekutunya untuk melawan, tidaklah mengherankan bila kita membaca apa yang dipaparkan dan diarsipkan mantan wartawan itu.

Selain menyajikan kumpulan tulisannya yang disebarluaskan lewat jejaring sosial Facebook dengan identitas Cocomeo Cacamarica, dia juga mengumpulkan beberapa liputan dan analisis orang lain. Dari semua itu,bagian paling menarik ada pembahasan seputar Kongres dan Sarasehan Sepak Bola Nasional di Malang tahun lalu.

Wartawan senior Yon Moeis menuliskan perjalanan rombongan wartawan seputar dari Malang dengan kereta api (hal:120), sekaligus mengingat apa yang terjadi saat kongres. “Kami berkaraoke bersama dan menguasai mikrofon, persis ketika orang- orang PSSI menguasai sidang Komisi A, “tulisnya.

Kesaksian tentang sepak bola terjang kubu Nurdin begitu banyak diungkap dengan prinsip- prinsip jurnalistik. Kita pun jadi ikut terhanyut, dan mengaku betapa luar biasannya kelompok itu. Dalam acara yang mereka tidak ikut, ternyata mampu dikuasai.
Jangankan meminta dirinya mundur seperti yang diduga banyak kalangan, untuk memunculkan rekomendasi yang lebih “meyakinkan” ternyata bisa dimentahkan oleh Nurdin dan orang-orangnya yang hadir di Kongres. Memang, itu peristiwa sekitar setahun lalu. Tetapi, karea tidak banyak orang mengetahui carut- marut yang terjadi di dalamnya, pengungkapan secara detail saat ini terasa perlu dan tepat waktu.
Kuat

Nurdin digambarkan mampu membentuk persekutuan yang kuat. Akhirnya kelomponya mampu menggerakkan sejumlah elemen, sehingga di atas angin dalam sidang-sidang termasuk saat sidang paripurna yang dipimpin oleh Agum Gumelar selaku Ketua Kongres Sepak Bola Nasional. Kekuatan mereka berhasil membuat poin kedelapan dalam rancangan rekomendasi dihilangkan.

“Sedangkan butir kedelapan yang juga sangat ditentang, yaitu adanya Dewan Sepak Bola Nasional, akhirnya dibuang oleh Agum Gumelar setelah kubu PSSI menolak, (hal:86), petikan dari tulisan Erwiyantoro sendiri itu sebelumnya telah diposting di facebook pada 1 april.

Sebagian besar isi buku memang bersumber dari facebook. Mulai dari analisis,laporan, sampai komentar-komentar singkat. Karenanya, buku ini begitu banyak memuat status facebooker, yang tanpa sensor. Hujatan-hujatan pun jadi mudah ditemui. Caci-maki dan bentuk-bentuk sarkasme lainnya pun seakan saling bersahutan.

Penulis buku berpendapat, semua komentardari para facebooker dan forum-forum media online berikut anekdot yang dicantumkan sengaja dijaga keasliannya demi menjaga keontentikan opini. Tentu saja tekad itu memunculkan kontroversi.

Memindahkan begitu saja produk jejaring sosial yang menomor satukan kebebasan ke dalam buku secara konvensional mempertimbangkan kesantunan, memang menjadi titik lemah buku ini. Dengan tampilan seperti itu, mau tidak mau buku ini identik dengan demo-demo di jalan.

Namun, melihat sosok Nurdin Halid yang terkesan begitu kuat di jajaran PSSI, sementara dia tak lagi dipercaya oleh penggemar sepak bola dan pemerintah, muncullah beragam kejengkelan yang menerabas batas.
Dalam level aksi massa, perlawanan mewujud dalam bentuk demo di berbagai tempat di Indonesia. Pada tataran perwujudan ide, muncul Liga Primer Indonesia (LPI), yang diprakarsai oleh Arifin Panigoro. Dan kini perlawanan Komunitas jejaring sosial dimonumenkan dalam bentuk buku.

(Disunting dari Suara Merdeka edisi 27 Februari 2011/ dengan sedikit perubahan)

Burung Mata- Mata

Sabtu, 26 Februari 2011



Washington, newsrel- Lembaga Pertahanan Amerika Serikat di Pentagon dengan mengembangkan sebuah robot mini yang bisa terbang untuk kegiatan mata-mata. Bentuknya mirip burung kolibri lengkap dengan sayapnya yang mengepak saat terbang sesuai namanya Nano Hummingbird.

"Keberhasilan program ini membuka jalan bagi wahana terbang generasi baru dengan kemampuan dan bentuk menyerupai burung berukuran kecil," kata Todd Hlton, manajer program Hummingbird di Pentagon, seperti dilansir situs web Los Angeles Times, belum lama ini.

Bentuknya, yang mungil membuat Bentangan sayapnya hanya 18 cm dan beratnya hanya 19 gram. Namun, robot mini ini memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai mata- mata Untuk mengembangkan Nano Hummingbird ini, Departemen Pertahanan Amerika Serikat ( AS ) menghabiskan dana sebesar 4 juta dollar AS. Robot ini juga dilengkapi kamera dan diklaim bisa menawarkan manuver lincah, seperti menerobos jendela atau bertengger di kawat listrik sekaligus dapat terbang dengan kecepatan 17 km/ jam.

( Dikutip dari Suara Merdeka, 23 Februari 2011. Dengan sedikit perubahan )

Aliran Sesat Salamullah Di Indonesia

Sabtu, 19 Februari 2011




Aliran Sesat Salamullah merupakan aliran sesat yang berisi tentang risalah penghapusan agama- agama di Indonesia. Risalah tersebut diterima oleh Lia Eden dari Malaikat Jibril. Tak hanya itu saja, Dirinya pun pernah mengaku sebagai Tuhan pada tahun 1974. Namun, pada waktu itu masyarakat di Indonesia beranggapan kalau Eden mengidap penyakit jiwa.

Lia Eden yang mempunyai nama asli Lia Aminudin atau biasa dikenal dengan nama “Samsuryati” dulu, sering masuk di beberapa acara di TVRI sebagai bintang tamu. Sementara itu, Aliran sesat Salamullah disebarkan oleh Lia Eden sejak tahun 1998 sampai 2004. Selama menyebarkan aliran itu, Lia Eden hanya mendapatkan 70 pengikut. Aliran sesat ini memiliki kitab yang bernama Al- Hira.

Dalam menyebarkan alirannya itu, Eden sering melakukan keganjilan seperti bersemedi di Bukit Zaitun, Bogor pada tahun 2001 dan pengangkatan putranya yang bernama Ahmad Mukti serta salah seorang pengikutnya yang bernama Abu Rahman. Menurut Eden, Ahmad Mukti adalah renkarnasi dari seorang Imam Mahdi sedangkan Abu Rahman adalah renkarnasi dari nabi Muhammad. Tapi, Ahmad Mukti menolak tentang anggapan itu. Ahmad Mukti beranggapan bahwa ibu nya sedang sakit jiwa.
Keganjilan yang lain diantaranya seperti ritual- ritual yang tidak masuk akal. Yakni, berupa ritual berjalan melewati api tanpa mengenakan alas. Tetapi Sebelum pelaksanaan ritual ini, para pengikut Eden diperintahkan untuk mencukur bulu rambut mereka yang ada di kaki.

Akhirnya pada tahun 2004, masyarakat yang tak tahan lagi dengan tingkah laku Eden langsung menggrebek markas aliran ini. Markas nya terletak di Jalan Mahoni, Jakarta Pusat. Ratusan Masyarakat yang terdiri dari Ormas Islam dan yang lain meminta untuk membubarkan aliran ini. Majelis Ulama Indonesia pun telah telah meyakinkan dengan membuat fatwa yang berisi bahwa aliran salamullah ini melenceng dari ajaran agama. Bahkan telah menistakan dan menyelewengkan beberapa agama. Akhir petualangan nya tiba pada tahun 2005. Eden terkena hukuman pidana atas kasus penodaan agama.

Penyelesaian kasus yang belum terpuaskan, membuat Pengadilan mengadakan persidangan. Akhirnya, pada 26 juni 2006 Eden pun dipanggil ke Meja hijau sebagai tersangka atas kasus penodaan agama. Para pengikutnya yang setia, ternyata hadir dalam persidangan. Mereka berpakaian secara eksentris dengan mengenakan pakaian berwarna putih dan memakai ikat kepala. Tidak hanya itu saja, dalam persidangan pun Eden bertingkah laku aneh seperti pingsan secara mendadak sampai marah- marah tidak jelas. Namun, Hakim tidak menggubris. Eden tetap dijatuhi vonis yakni hukuman penjara selama 4 tahun.

Begitulah, kisah panjang dari seorang Eden dan alirannya. Seharusnya, Pemerintah lebih cepat dalam menangani kasus tersebut. Begitupun dengan Masyarakat. Masyarakat harus tetap waspada, akan pengakuan seseorang yang mengatakan kalau dirinya Tuhan atau Nabi.

Ahmadiyah Di Indonesia

Senin, 14 Februari 2011



Ajaran ahmadiyah sendiri adalah ajaran islam yang diambil dari pencampur adukan kitab- kitab al-qur’an secara tidak merata dan tidak teratur. Ahmadiyah pertama kali berada yaitu di Pakistan. Ajaran ahmadiyah dilandasi oleh seorang ulama yang bernama Mirza Hulam Ahmad. Entah bagaimana, dan darimana sumbernya. Beliau mengatakan kalau dirinya telah diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kepada Umat Manusia. Dia pun mengaku sebagai nabi.

Ajaran ahmadiyah tiba di Indonesia sekitar tahun 1928. Waktu itu, ahmadiyah masih diperkenankan untuk menyampaikan ajarannya di Indonesia. Walaupun, pengikutnya yang relatif sedikit dan sebagian besar berada di Sumatra. Namun, Hal itu tidak menyulutkan niat Kaum Ahmadiyah untuk menyebarkan ajarannya. Hingga, ahmadiyah pun bisa sampai ke Pulau Jawa dan sekitarnya.

Hingga berakhirnya orde baru, adalah awal dari hubungan perang dingin ahmadiyah dengan organisasi islam di Indonesia. Tuntutan HAM yang adil dalam Reformasi, menjadi argumen tersendiri oleh Kaum Ahmadiyah dalam menyebarkan ajarannya. Pro dan kontra tentang pembubaran ahmadiyah di Indonesia makin membahana. Salah satu alasan tentang pembubaran ahmadiyah adalah bahwa ahmadiyah telah menodai / menistakan agama islam. Respon dari Pemerintah saat itu, masih labil. Nyatanya, Pemerintah pun masih mengijinkan ajaran ahmadiyah di Indonesia. Selang beberapa tahun kemudian, kasus ini hilang di permukaan. Kasus ini bagaikan kabar burung, sehingga pengawasan terhadap Ahmadiyah pun kurang dilakukan. Tindakan Masyarakat pun, kiranya telah menerima keberadaan Ahmadiyah pada saat itu.

10 tahun terjadinya reformasi dan sampai sekarang. Kabar ini muncul lagi ke permukaan. Tahun 2008, mungkin adalah upaya yang ke sekian kalinya dari Pemerintah untuk menenangkan kepada masyarakat tentang keberadaan Ahmadiyah. Hal itu karena, pemerintah telah membuat dan mengesahkan pernyataan SKB 3 Menteri pada tahun 2008 tentang keberadaan ahmadiyah.

SKB 3 Menteri ini, muncul setelah terjadinya Insiden Monas di Jakarta. Insiden Monas ini, terjadi ketika Aliansi Kebebasan Umat Beragama yang sedang berorasi bertemu dengan Front Pembela Islam yang telah menyelasaikan dzikir bersama. Mereka pun saling mengaitkan tentang keberadaan Ahmadiyah di Indonesia. Hingga akhirnya, kedua kelompok itu saling menyerang di Monas. Korban tak bersalah pun dilibatkan dalam masalah ini. Mereka sebagian adalah anak kecil yang sedang ikut kedua orang tuanya untuk berdzikir. Maka dari itu, Pemerintah membuat SKB 3 Menteri tersebut. Mengenai isi dari SKB 3 Menteri yaitu, pelarangan bagi Kaum Ahmadiyah untuk menyebarluaskan ajarannya dan tindakan tegas bagi seseorang yang mengganggu Kaum Ahmadiyah. SKB 3 Menteri ini, ternyata hanya sebagai pisau bermata dua bagi kalangan ahmadiyah. Sebab, ajarannya telah menjadi polemik di kalangan masyarakat.

Menanggapi tentang SKB 3 menteri ini, sebagian besar masyarakat dari berbagai Ormas pun kurang puas. Sebab, ajaran ahmadiyah sudah jelas- jelas melenceng dari ajaran islam yang ahlusunnah waljama’ah. Masyarakat pun mulai tidak sabar lagi, akan pembubaran ahmadiyah yang ditunda- tunda. Demo kembali terjadi. Namun, Pemerintah masih belum bisa memutuskan untuk membubarkan Ahmadiyah.

Hingga akhirnya, masyarakat pun telah putus asa untuk menyelesaikan kasus ini bersama Pemerintah. Langkah cepat pun, terpaksa diambil oleh sebagian kalangan masyarakat. Pada tahun 2011 ini, Ahmadiyah kembali bergolak lagi. Tepatnya, pergolakan ini terjadi di Cikeusik, Banten. Ratusan orang dari berbagai Ormas di Cikeusik menyerbu salah satu rumah Kaum Ahmadiah, yakni Suparman. Insiden ini bermula ketika 3 orang Kaum Ahmadiyah mengunjungi rumah milik Suparman. Tiba- tiba saja, sekelompok orang itu langsung menyerang rumah Suparman. Kaum Ahmadiyah yang berada di Rumah itu, kaget dan menyerang kembali sekelompok orang tadi. Tapi, karena Mereka kalah jumlah orang. 3 orang tadi tewas dalam pergolakan Cikeusik. Sedangkan, pemilik rumah itu, Suparman dan keluarga nya sudah diasingkan oleh Polisi. Menurut hasil Polisi sampai sekarang, jumlah pelaku yang ditetapkan dalam penyerangan di Cikeusik berjumlah 7 orang. Salah satu otak yang merencanakan penyerangan tersebut, berinisial U J.

Sekelompok orang yang terlibat dalam pergolakan tadi, memiliki ciri- ciri khusus. Di lengan tangan dan kepala, mereka menggunakan pita berwarna biru dan warna hitam.
Tidak hanya pergolakan itu saja. Namun, beberapa bulan yang lalu di tahun 2010. Sudah ada 2 kasus tentang pergolakan ahmadiyah. Tepatnya pada 1 oktober 2010 sekelompok masyarakat di Ciampea, Bogor membakar masjid milik Kaum Ahmadiyah. Dan 2 bulan sebelumnya, tepatnya di desa Manis lor, Kuningan. Sekelompok Orang dari suatu ormas bentrok dengan Kaum Ahmadiyah mengenai status masjid milik ahmadiyah.

Pemerintah telah menelaah dan mengamati dengan serius tentang ahmadiyah di Indonesia. Lantas, solusi apa yang terbaik bagi kedua belah pihak ? Apakah, ahmadiyah akan dibubarkan di Indonesia ? atau apakah ahmadiyah akan dideklarasikan sebagai agama tersendiri ? Maka dari, hendaknya pemerintah segera bertindak sebelum ada kerugian dari berbagai pihak.

Sementara itu, lepas dari polemik. Seharusnya, agama tidak dipermasalahkan secara bentrok ataupun saling serang. Masalah ini, sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan terbuka. Kalaupun, ajaran ini sesat. Seharusnya, Pemerintah cepat membuat keputusan untuk membubarkan ajaran ini.

SUARA HATI BONA

Selasa, 08 Februari 2011



“ANDAI AKU JADI GAYUS TAMBUNAN”

Newsrel- pesona dari seorang Bona Paputungan menjadi kian membahana. Sebab, belum lama ini lagunya yang berjudul “andai aku jadi Gayus Tambunan” menjadi ikon dan momok tersendiri di kalangan masyarakat. Penyanyi yang punya suara khas melayu ini, dulunya adalah seorang eks napi di Lapas Gorontalo. Ia dikurung selama 7 bulan atas kasus KDRT. Di dalam sel tahanan itu, Bona merasakan betapa pahitnya hidup di Lapas. Ia pun bertekad untuk tetap tegar dan berusaha memperbaiki tingkah lakunya. Sebab, dengan cara itu ia bisa menikmati udara bebas di luar lagi.

Bona sangat prihatin dengan hukum di Indonesia. Ia membandingkan perlakuan rakyat jelata dan para koruptor di dalam tahanan. Betapa enaknya, menjadi seorang koruptor. Mereka bisa keluar- masuk tahanan dengan bebas. Bona pun hanya geleng- geleng kepala, ketika Gayus bisa mempermainkan para pejabat tinggi. Maka dari itu, Bona pun bertekad untuk menyuarakan isi hatinya lewat suara dan sajak- sajaknya.

Di dalam Lapas, Bona sering menjadi pelipur lara bagi teman- temannya. Ia menyanyi dengan penuh penghayatan. Selain itu, Bona mahir untuk menciptakan lagu. Tak terasa, Ia telah menciptakan 10 lagu. Ia pun berinisiatif, untuk mengarang lagu tentang perlakuan napi di Indonesia. Hingga akhirnya, salah satu lagunya yang berjudul Kisah Hidupku diadopsi menjadi “andai aku jadi gayus tambunan”. Ia pun bermimpi untuk membuat suatu album singlenya.

Bona yang tidak menyerah, terus berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan. Akhirnya, teman Bona yang bernama Syamsul Pana bersedia membantu dengan ikhlas. Mendengar itu, Bona sangat senang dan berterima kasih. Namun Bona masih bingung akan, lokasi pengambilan video klip. Sebab, dirinya masih dalam masa tahanan. Dengan hati yang kuat, ia pun bersedia atas tawaran Syamsul. Ia pun meminta izin kepada Bapak Sunarto selaku Kepala Lapas tersebut, untuk membuat vido klip di Lapas.

Setelah mendapat izin dari Kepala Lapas, Bona dan Syamsul segera melakukan kordinasi. Pengambilan gambar dilakukan oleh Syamsul Pana dengan menggunakan handicam.Dengan usaha yang keras dari berbagai pihak. Video klip itu telah jadi. Namun, menurut syamsul video tersebut masih harus di edit lagi. Syamsul pun berinisiatif untuk menambahkan beberapa slide, dari detik- detik pembacaan vonis Gayus serta kepergian Gayus ke Bali.

Bona pun penasaran, ingin melihat dirinya beraksi di depan handicam. Alhasil, Bona pun terpukau setelah melihat video klipnya. Tetapi, Bona masih bingung dengan penyebaran video klip ini. “ Mau diapakan video ini, Syamsul”. Syamsul pun mengutarakannya dengan jawaban “Bagaimana kalau aku upload ke Youtube”.

Syamsul pun dengan segera meng-upload video ini. Selang tak berapa lama kemudian, ternyata video ini banyak yang mengunduh. Bona yang sudah bebas dari Penjara, diundang oleh salah satu TV dan Radio Swasta untuk mengisi acara.

“Kacang tak luput akan kulitnya”. Itulah makna dari seorang Bona. Mendengar dan melihat sendiri, hasil video klipnya. Bona sangat berterima kasih kepada Syamsul. Sempat akan diberikan uang, namun Syamsul menolak. Bona sangat beruntung mempunyai teman seperti Syamsul.

Melihat dan mengamati antusias masyarakat atas lagu Bona. Sempat ada kabar, kalau Bona diteror oleh salah seorang yang misterius. Orang tersebut mengaku akan mengancam keberadaan Bona serta keluarganya di Gorontalo. Bona pun sangat takut dan khawatir mendengar itu, sebab saat itu Bona sedang melakukan persetujuan dengan pihak TV Swasta. Bona pun bingung. Dengan bantuan pihak TV dan berkat keberanian Bona, dia segera melaporkan kepada polisi.

Sampai sekarang, Bona itu sungguh menakjubkan. Betapa tidak, berkat didikan yang keras di Lapas dan tekad untuk menjadi lebih baik dari hari ini membuat Bona menjadi orang yang dikenal.


Ya, itulah sosok dari Bona. Dari napi menjadi artis, dari Lapas menuju Studio TV. Dia lah, seorang Bona Paputungan.

ITULAH AKU

Rabu, 19 Januari 2011


( Mimpi Buruk Bagi Indonesia )


Aku memang kaya, sobat. Tak heran, memang ! Jika aku ini hidup senang. Jaksa, Hakim bahkan pejabat tinggi negara lainnya, ternyata mudah dikibuli. Aku pintar kan sobat !!

Aku yang kaya, disukai banyak orang. 1001 wajahku berpose secara unik, ngulik serta tersebar di dunia maya. Aku pun terkenal saat ini. artis pun bisa aku kalahkan.

Aku ??? digosipkan di seluruh media elektronik dan surat kabar. Bahkan, ada petikan lagu mengenai aku dan habitat ku. Sobat, kalau anda ingin kaya dan terkenal. Mari, ikutilah cara- cara ku ini ! Cara yang menjadikan anda cepat puas.Asal jangan takut dosa, saja.!!!

Bukankah itu mau mu sobat ?
hidupku ini sungguh enak. Istri cantik, walaupun wajahku sendiri mirip seperti kerbau. Kerbau yang tak tau malu dan tak tahu aturan. Itulah aku ! Walaupun, aku sedang liburan di Kandang . Tapi, malah! liburan ku itu sangat senang ?? Ya, sambil cuci mata, Aku pun pergi keliling dunia sebentar. Dari mulai ke Macau, Singapura dan Bali. Aku senang, sekali ?

mudah sekali prasaratnya. Cukup bikin Pasport ! Apalagi, pasport indonesia hanya butuh foto palsu.

orang indonesia memang sangat pintar dan baik hati, ya ?kataku dalam hati. Buktinya saja maling kelas kakap dapat bebas menikmati hawa sejuk udara luar . Malahan, aku bisa nonton pertandingan tennis.

Uang banyak, Hidupku enak. Mungkin aku sedang ber keliling dunia dalam satu hari.Tak ada satu pun hal yang sulit, bagiku.

Betapa tidak !

Lihat, diriku .Para Cendekiawan aku tebas, hukum pun aku libas !!! itulah aku, seorang Gayus Tambunan.

ATAS NAMA BANGSA

Minggu, 02 Januari 2011



Assalamualaikum WR.WB

Kau dan Aku, begitupun Kita semua. Para Warga Negara Indonesia bersabarlah selalu dan tetapkanlah kepala dingin walau hati ini terasa sakit. Sakit apabila, kehidupan kita diganggu oleh orang lain bahkan saudara kita sendiri. Kami tahu, engkau juga sama seperti aku. Engkau mengira, aku yang memulai terlebih dulu. Begitupun dengan Aku !

Sudah berapa kali, SOBAT !!! Engkau lakukan ini pada ku dan pada keluarga ku. Nyawa keluarga ku yang hilang, Rumah ku yang diambil secara paksa oleh engkau. Bahkan, kekayaanku baik itu seni dan budaya diakui kau seenaknya saja.

Engkau lupa !

Apa, engkau sengaja ?

Kalau, engkau ingin punya rumah yang besar nan luas,, minta izinlah kepada yang berpunya.. “AKU Nak MINTA RUMAHNYA, walau hanya sepetak. Boleh tak !!
Ya, kayak gitu seharusnya. Kan katanya SERUMPUN. Oke ?

Aku pun menjawab: “Maaf, Ya sobat.. Kamu tidak bisa minta seenaknya. Kamu kan dah punya penghasilan yang banyak yang nglebihin aku. Engkau juga harus menyadari.. Rumah ku banyak dan besar- besar, juga harus banyak mengeluarkan dana... Masa, engkau tiba- tiba minta secara paksa. Tidak Bisa !!!

Ini semua, rumahku. Lebih baik, engkau tidur saja sana!!! Sama mamak dan opah mu.

Oke!! Oh, iya! Kalau mau tidur. jangan lupa, minta dinyanyiin lagu Rasa Sayange...
Maaf, ya sobat.!
Bila, aku bersalah..
Terserah engkau mau memaafkan apa tidak !

Derajat manusia yang dipandang Allah bukan dilihat dari kekayaan dan kejayaan tapi dari ketaqwaannya, kesabarannya. Kamu tahu kan ? kalo, tahu lebih baik kita sama- sama merenungi kesalahan kita dan kita hidup berdampingan.
Sekian.

Wassalamualaikum WR. WB

Kupas Tuntas Garuda Di Dada ku




Newsrel- Meskipun, Piala AFF telah usai tapi semangat dan demam bola masih membahana di seluruh Indonesia. Begitupun yang dirasakan Netral saat ini. Band yang divokalisi Bagus ini melejit seketika, karena sebuah lagunya yang berjudul GARUDA DI DADAKU selalu terdengar dimana- mana. Sebelumnya, lagu ini juga dijadikan sebagai soundtrack film “GARUDA DI DADAKU” yang di sutradarai oleh Ari Sihasale. Namun, ketenarannya belum begitu membahana seperti sekarang ini. Kini, lagu itu dinyanyikan sebagai yel- yel bagi para Suporter timnas Indonesia. Tapi, apakah lagu itu asli ciptaan NETRAL ?. Bagus selaku Vokalis Band Netral, yang sedang mengisi acara di salah satu TV Swasta mengatakan bahwa lagu ini sebenarnya adalah lagu yang telah dimasukkan beberapa yel- yel Suporter sepak bola di Indonesia. Namun, entah mengapa masyarakat menganggap kalau lagu ini adalah lagu kacangan. Terus, apa sebabnya ?
Mungkin saja masyarakat menganggap kalau lagu ini adalah jelmaan dari lagu Apuse, terus lagu ini bersifat komersial. Bukan kah, ada sebuah iklan dari produk makanan yang senada dengan Garuda Di Dadaku ?. Kalau tidak salah, produk makanan SO NICE DAN REAL GOOD. Benar Kan ??. Terus, siapakah yang pertama kali menciptakan lirik dan nada GARUDA DI DADA KU ?

Menurut saya, memang benar lagu Garuda Di Dadaku dan Produk iklan itu adalah penjelmaan dari lagu Apuse. Coba, anda bandingkan dengan lagu Apuse. Apabila kita cermati dengan baik- baik, nada dan suku katanya sama. Kalau saya cermati, jumlah suku kata pada Garuda Di Dadaku berjumlah 7, begitupun dengan Apuse. Sebagai Contoh :

A-PU-SE-KO-KON-DA-O (7)
GA-RU-DA-DI-DA-DA-KU (7)
BER-LA-TIH-LAH-SE-LA-LU (7)

Terus siapa yang menjadi Plagiat karya musik ini ?

Kesimpulannya, Lagu Garuda Di Dadaku dan produk iklan itu MENIRU nada dari lagu APUSE. Tapi, semua itu tidak penting. Hal yang paling utama adalah, Kita menyadari kalau kekayaan budaya bangsa ini harus kita lestarikan agar tidak diakui oleh bangsa lain, seperti MALAYSIA. Tindakan yang dilakukan Netral dan Produk Iklan memang pantas didukung asal jangan jadi Plagiat pengecut. Oke?
Terima kasih, atas kunjungan anda ! Semoga anda senang, akan informasi yang saya berikan.

Desinger by Blogger Template